Kalimantan TengahPeristiwa

BBM Sempat Jadi Kendala, Operasional Penanganan Karhutla Barsel Kini Bisa Diatasi

Radar Buntok
×

BBM Sempat Jadi Kendala, Operasional Penanganan Karhutla Barsel Kini Bisa Diatasi

Sebarkan artikel ini
Kepala BPBD Barsel Agus In’yulius (foto: Radar Buntok/ist)

BUNTOK – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) sempat menghadapi kendala operasional berupa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

‎Kepala BPBD Barsel, Agus In’yulius mengatakan, kendala BBM tersebut terjadi karena stok di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Buntok terkadang mengalami kekosongan.

‎“Kalau untuk anggaran sebenarnya tidak ada masalah, kendalanya ketika kita ingin mengisi BBM, stok di SPBU yang terkadang kosong,” katanya kepada RadarBuntok.com di Buntok, ibu kota Barsel, Senin (31/8).

‎Kondisi tersebut sempat memengaruhi kebutuhan operasional BPBD, terutama untuk mendukung mobilitas personel dan penggunaan peralatan dalam penanganan karhutla.

‎Menurutnya, persoalan tersebut bukan disebabkan oleh keterbatasan anggaran, melainkan karena ketersediaan BBM di lapangan yang terkadang tidak mencukupi.

‎“Jadi saat kita ingin mengisi BBM, BBM-nya yang tidak ada, bukan karena tidak ada anggarannya,” ujarnya.

‎Untuk memenuhi kebutuhan mendesak, BPBD Barsel mendapat dukungan dari Polres Barsel melalui penggunaan BBM milik kepolisian untuk mendukung operasional penanganan karhutla.

‎“Pak Kapolres sendiri sudah mengarahkan agar sementara bisa menggunakan BBM milik Polres, jadi saat ini kendala BBM bisa kita atasi,” katanya.

‎Selain dukungan BBM, anggaran penanganan karhutla selama masa tanggap darurat bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) yang berada pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Barsel.

‎Agus In’yulius mengatakan, pencairan BTT dilakukan setelah melalui proses verifikasi dari Inspektorat Kabupaten sebelum dana yang diusulkan dapat dicairkan melalui BPKAD.

‎“Untuk pencairan BTT, hanya perlu verifikasi dari Inspektorat Kabupaten, lalu dana yang diusulkan bisa langsung dicairkan di BPKAD,” ujarnya.

‎BPBD Barsel hingga kini belum dapat memastikan besaran anggaran BTT yang akan terserap karena penggunaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan kondisi karhutla di lapangan.

‎“Untuk BTT ini kita memang belum bisa memastikan berapa-berapanya, karena semuanya tergantung kondisi dan kebutuhan yang ada,” katanya.

‎Sementara untuk kebutuhan logistik personel, terutama makan dan minum, BPBD Barsel memastikan hingga saat ini masih dapat dipenuhi dengan baik.

‎Dari sisi peralatan pemadaman, sejumlah mesin diketahui mengalami kerusakan dan BPBD Barsel terus melakukan perbaikan agar dapat kembali digunakan dalam penanganan karhutla.

‎Dengan dukungan anggaran, BBM, logistik, peralatan serta koordinasi lintas instansi, BPBD Barsel terus berupaya memastikan penanganan karhutla berjalan maksimal di tengah potensi kebakaran yang masih terjadi. (am)